Rabu, 13 Oktober 2010

Identitas Nasional

IDENTITAS NASIONAL
A. Pengertian Identitas Nasional
Menurut Toyenbe, ciri khas suatu bangsa yang merupakan local genius dalam menghadapi pengaruh budaya asing akan menghadapi challance dan response. Istilah Identitas nasional terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki suatu bangsa yang secara filosofis yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Identitas suatu bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.
Pengertian kepribadian pertama kali muncul sebagai suatu identitas sebenarnya dari para pakar psikologi. Suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologisyang mendasari tingkah laku individu.
Metode dan opini penelitian Hakikat kepribadian bangsa beberapa tokoh antara lain:
1. Mead dalam “ Anthropology to Day” misalnya, bahwa study tentang “National Character” yaitu dengan menyusun suatu kerangka pikiran yang merupakan konstruksi tentang bagaimana sifa-sifat yang dibawa oleh kelahiran dan unsur-unsur ideotyncrotie pada tiap-tiap manusia dan patroon umum serta patroon individu dari proses pendewasaannya diintregasikan dalam tradisi sosial yang di dukung oleh bangsa itu sedemikian rupa sehingga nampak sifat-sifat kebudayaan yang sama, maka menonjol yang menjadi ciri khas suatu bangsa tersebut.
2. Menurut Ralp Linton dan Abraham Kardiner yaitu dengan mengadakan suatu obyek penelitian tentang watak umum suatu proyek penelitian tentang watak umum suatu bangsa dan sebagai obyek penelitiannya adalah bangsa Maequesesas dan Tanala, yang kemudian hasil penelitiannya di tulis dalam buku “The individual and History”. Dari penelitian itu dirumuska basic personality structure. Dengan konsepsi itu di maksudkan bahwa senua unsur watak sama dimiliki oleh sebagian besaar suatu masyarakat.
3. Linton mengemukakan tentang personality, yaitu watak individu yang di tentukan setatusnya yang didapat dari kelahiran maupun daya upayanya. Status personality mengalami perubahan dalam suatu saat jika seorang tersebut bertindak dalam kedudukannya yang berbeda-beda. Dalam hal basic personality struktur menurut Linton seorang harus memperhatikan status personality yang memungkinkan akan mempengaruhinya.

Pengertian Identitas Nasional bangsa tidak dapat dipisahkan dengan pengertian people character atau Nationaly Identity.
Identitas Nasional nasional suatu bangsa termasuk di dalamnya bangsa Indonesia juga harus di pahami dalam konteks dinamis. Robert D Ventos menyatakan bahwa selain faktor etnisitas, teretorial, bahasa, agama, serta faktor budaya, juga ada faktor dinamika suatu bangsa tersebut dalam proses pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.

B. Faktor-Faktor Pendukung kelahiran Identitas Nasional
Faktor yang mendukung lahirnya identitas nasional bangsa di Indonesia yaitu antara lain:
1. Faktor obyektif yang meliputi faktor geografis, ekologis, dan demografis. Indonesia yang letaknya di persimpangan jalur komunikasi dunia di asia tenggara, ikut mempengaruhi keadaan demografis, ekonomis, sosial dan kultural bangsa Indonesia.
2. Faktor Subyektif yang meliputi faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Hasil interaksi berbagai faktor menghasilkan pembentukan masyarakat, bangsa dan negara beserta Identitas bangsa Indonesia.

Robert de Ventos mengemukakan teori munculnya identitas suatu bangsa sebagai hasil dari interaksi historis antara empat faktor penting yaitu:
1.Faktor primer: Etnis, teritorial, bahasa, agama, dan lainnya yang berbeda menyatu dalam suatu persekutuan hidup bersama, serta tidak menghilangkan keberanekaragaman. Nilai inilah yang kemudian disebut Bhineka Tunggal Ika.
2.Faktor pendorong: Meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dal kehidupan negara.
3.Faktor penarik: Mencakup komunikasi dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional.
4.Faktor reaktif: Faktor tersebut pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang pada masa sebelum bangsa Indonesia mencapai Kemerdekaan.

C. Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional
Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat Internasional, memiliki sejarah dan prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Prinsip-prinsip perumusan ditemukan oleh para pendiri bangsa diangkat dari pandangan bangsa Indonesia yang kemudian di abstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat negara yaitu Pancasila.
Pancasila dikatakan bahwa sebagai dasar filsafat bangsa dan negara pada hakikatnya bersumber pada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa.

D.Sejarah Budaya Bangsa sebagai Akar Identitas Nasional
Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan kenyataan objektif tersebut maka untuk memahami jati diri bangsa Indonesia serta identitas nasional tidak dapat dipisahkan dengan akar budaya yang mendasari identitas nasional Indonesia yang dimulai sejak zaman Kutai, Sriwijaya, Majapahit, serta kerajaan lainnya.
Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam pancasila yaitu: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan keadilan dalam kenyataannya telah dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum terbentuk negara.
Proses terbentuknya bangsa dan negara Indonesia melalui suatu tahapan sejarah yang cukup panjang yaitu sejak jaman kerajaan-kerajaan pada abad ke IV kemudian dasar-dasar kebangsaan mulai timbul pada abad ke-VII yaitu ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya dibawah wangsa syailendra di Palembang, kemudian kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Proses terbentuknya nasionalisme yang berakar pada budaya ini menurut Yamin diistilahkan sebagai fase terbentuknya nasionalisme lama, dan oleh karena itu secara objektif sebagai dasar identitas nasionalisme Indonesia
Dasar pembentukan nasionalisme modern dirintis oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia antara lain oleh angkatan 1908, kemudian angkatan sumpah pemuda 1928, dan akhirnya pada 1945.
Oleh karena itu, akar nasionalisme Indonesia yang berkembang dalam prespektif sejarah sekaligus juga merupakan unsur Identitas nasional.


Dirangkum oleh Liberta Bintoro Ranggi wirasakti
dari Buku Kewarganegaraan Prof. Kaelan
Solo,. Oktober 2010

0 komentar: