Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi
Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat–malaikat itu) adalah hamba–hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah–perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang–orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati–hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28)
Inilah orang–orang yang didoakan oleh para malaikat :
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang duduk menunggu shalat
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Shahih Muslim no. 469)
3. Orang–orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang–orang) yang berada pada shaf -shaf terdepan” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang–orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf)
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang–orang yang menyambung shaf–shaf” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang–orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang–orang yang berinfak
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang makan sahur
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang–orang yang makan sahur” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang menjenguk orang sakit
Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
Maraji’ :
Disarikan dari Buku Orang–orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005
Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti// 21 Mei 2010// 20:00
Jumat, 21 Mei 2010
Bumi ini adalah Sebuah tatanan Keseimbangan
Allah berfirman "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.
Qs. 13:4
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
Qs. 55: 7-9
Dari 4 buah petikan ayat tersebut,. sudah sangat jelas menunjukkan bahwa ALLAh menciptakan keseimbangan dalam segala hal di bumi. agar tidak terjadi kerancuan, dan kehancuran.
Oleh karena itu, Manusia diamanahi oleh ALLAH agar tidak membuat kerusakan di Bumi.
ALLAH berfirman:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.”QS. Al-A’râf : 56
“Dan janganlah kalian mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.” (QS. Asy-Syu’arô` : 151-152)
“Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan buatlah perbaikan, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Al-A’râf : 142)
ALLah melarang manusia membuat kerusakan karena apabila telah terjadi kerusakan,. hanya manusia sendirilah yang menerima akibat itu..
Itu merupakan salah satu peringantan ALLAH kepada kita saat ini,. agar kerusakan di Bumi saat ini tidak bertambah lagi..
Sesungguh dalam AL Qur'an semua kode Etik pemanfaatan Sumber Daya di Bumi Telah ada..
Namun Manusia enggan membacanya..
Qs. 13:4
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
Qs. 55: 7-9
Dari 4 buah petikan ayat tersebut,. sudah sangat jelas menunjukkan bahwa ALLAh menciptakan keseimbangan dalam segala hal di bumi. agar tidak terjadi kerancuan, dan kehancuran.
Oleh karena itu, Manusia diamanahi oleh ALLAH agar tidak membuat kerusakan di Bumi.
ALLAH berfirman:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.”QS. Al-A’râf : 56
“Dan janganlah kalian mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.” (QS. Asy-Syu’arô` : 151-152)
“Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan buatlah perbaikan, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Al-A’râf : 142)
ALLah melarang manusia membuat kerusakan karena apabila telah terjadi kerusakan,. hanya manusia sendirilah yang menerima akibat itu..
Itu merupakan salah satu peringantan ALLAH kepada kita saat ini,. agar kerusakan di Bumi saat ini tidak bertambah lagi..
Sesungguh dalam AL Qur'an semua kode Etik pemanfaatan Sumber Daya di Bumi Telah ada..
Namun Manusia enggan membacanya..
Kamis, 20 Mei 2010
Pilar-Pilar Utama Agama Islam dalam untaian Hadist Arba’in An Nawawiah
Hadits ke-1 : Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya
Amirul Mukminim Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda :
"Segala amal perbutan tergantung niatnya dan bagi setiap oraang hanyalah apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan RasulNya. Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan".
(Hr. Bukhari Muslim)
Hadits ke-2 : Pemahaman Islam, Iman dan Ihsan
Umar bin Khattab ra. berkata :Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dekat Rasulullah SAW. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang laki-laki mengenakan pakaian yang sangat puti dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata, "Hai Muhammad, beritakan kepadaku tentang Islam". Rasulullah SAW menjawab, "Islam adalah engkai bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menuanaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya". Lelaki itu berkata. "Engkau benar". Maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang iman". Nabi menjawab. "Iman adalah engaku beriman kepada Allah, MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk". Ia berkata. "Engkau benar".
Dia bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang Ihsan". Nabi menjawab, "Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu".
Lelaki itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku kapan terjadinya kiamat”. Nabi menjawab, “Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya”. Dia pun bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya”. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing yang saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut seger pergi. Aku pun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Ia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian”.
(HR. Muslim)
Hadits ke-3 : Rukun Islam
Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra. Berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Islam dibangun atas lima perkara :
(1) persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah,
(2) mendirikan shalat,
(3) mengeluarkan zakat,
(4) melaksanakan ibadah haji,
(5) berpuasa di bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-4 : Proses Penciptaan Manusia
Abu Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. Berkata, Rasulullah bersabda kepada kami, sedang beliau adalah orang yang jujur dan terpercaya,
Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan ciptannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah (air mani yang kental), lalu menjadi alaqoh (segumpal darah) selama itu pula, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4 (empat) perkara yang telah ditentukan, yakni : rezeki, ajal, amal dan sengsara atau bahagianyaDemi Allah, Dzat yang tiada tuhan selain Dia, sesngguhnya setiap kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni surga hingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta (dari siku sampai ke ujung jari) lalu suaratan takdir mendahuluinya sehingga ia beramal dengan amalan neraka maka ia pun masuk neraka.
Ada juga di antara kalian yang beramal dengan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dia dan neraka hanya sehasta. Lalu suratan takdir mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia pun masuk surga.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-5 : Amal Ibadah yang Tertolak
Ummul Mukminin, Ummu Abdillah, ‘Aisyaah ra berkata, Rasulullah SAW. Telah bersabda : “Barang siapa membuat-buat hal baru dalam perkara ibadah yang tidak ada dasar hukumnya maka ia ditolak.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-6 : Menjaga Kesucian Jiwa
Abu Abdillah Nu'man bin Basyir ra berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antaranya ada perkara yang samara-samar yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum) nya. Barang siapa yang menghindari perkara samara-samar, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barang siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samara-samar maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang lain) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya.
Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan (undang-undang), ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-7 : Agama Itu Nasihat
Abi Ruqayya Tamim bin Aus Ad-Dary ra. menerangkan bahwa Nabi SAW bersabda : Agama itu nasihat.
Kami bertanya : Bagi siapa?
Rasulullah bersabda : Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin muslim, dan bagi kaum muslimin pada umuMnya.
(HR Muslim)
Hadits ke-8 : Kehormatan Seorang Muslim
Ibnu Umar ra. meneranngkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mau bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah, mendirikan sholat dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan itu maka mereka telah melindungi dari dan hartanya dariku, kecuali ada haq (hukum) Islam. sedang hisab mereka terserah kepada Allah.
(HR Bukhori dan Muslim)
Hadits ke-9 : Menaati Perintah & Menjauhi Larangan Agama
Abu Hurairah Abdur Rahman bin Sahr ra. berkata,
aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Apa yang kularang untuk kalian maka tinggalkanlah dan apa yang kuperintahkan kepada kalian, maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuan kalian sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan terhadap para Nabi mereka.
(HR Bukhori Muslim)
Hadits ke-10 : Syarat Terkabulnya Doa
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda :
Sesungguhnya Allah Dzat yang baik dan hanya menerima perkara yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin segala apa yang diperintahkan kepada para Rasul.
Allah berfirman : Wahai Para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal sholih (Al-Mukminun : 51).
Allah juga berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang kami rezekikan kepada kalian (Al-Baqarah : 172).
Lalu Rasulullah bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia lalu menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa : Ya Rabb, Ya Rabb. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia kenyang dengan barang yang haram. maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
(HR Muslim)
Hadits ke-11 : Memilih Yang Diyakini & Meninggalkan Yang Diragukan
Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. cucu kesayangan Rasulullah saw berkata :
Aku telah hafal sabda Rasulullah saw : Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i, Tirmidzi berkata : ini adalah hadits hasan shahih)
Hadits ke-12 : Tanda Kesempurnaan Islam Seseorang
Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meinggalkan perkara yang tak berguna baginya.
(hadits hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya)
Hadits ke-13 : Ukhuwah dan Kesempurnaan Iman
Abu Hamzah, Anas bin Malik menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
(HR Bukhori dan Muslim)
Hadits ke-14 : Sebab Tertentu Halalnya Darah Seorang Muslim
Ibnu Mas'ud ra. berkata Rasulullah saw bersabda :
Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah Rasulnya, kecuali disebabkan oleh salah satu dari tiga hal :
1. tsayyib (orang yang sudah menikah/janda/duda) yang berzina
2. membunuh orang
3. meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jama'ah
(HR. Bukhori Muslim)
Hadits ke-15 : Etika Orang Beriman
Abu Hurairah rw. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tetangganya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya.
(HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ke-16 : Larangan Mengumbar Amarah
Abu Hurairah ra. menerngakan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw : Berilah aku nasihat.
Beliau menjawab : Jangan marah! maka diulanginya beberapa kali, kemudian Nabi bersabda : Jangan marah!
(HR. Bukhori)
Hadits ke-17 : Perbuatan Ihsan
Abu Ya'la Syaddad bin Aus menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan (ihsan) atas segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh (dalam peperangan), lakukanlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka lakukanlah dengan baik, hendaklah setiap kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.
(HR. Muslim)
Hadits ke-18 : Anjuran Bertqwa dan Berakhlak Mulia
Abu Dzar Jundud bin Junadah dan Abu Abdurrahman Mu'adz bin Jabal ra. menerangkan Rasulullah saw bersabda
Bertaqwalah kepada Allah di manapun kalian berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.
(HR. Tirmidzi dan ia berkata : Ini adalah hadits hasan. Dan di sebagain kitab disebutkan sebagai hadits hasan shahih)
Hadits ke-19 : Hidup Bersama Allah
Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra. berkata, suatu hari aku berada di belakang Rasulullah saw, lalu beliau bersabda :
Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat : Jagalah Allah, maka Ia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engakau akan mendapatinya bersamamu. Bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepadaNya. Bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepadaNya.
Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan perkara yang telah ditetapkan Allah kepadamu.
Dan seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang merugikanmu, maka mereka tidak akan bisa merugikanmu kecuali dengan perkara yang telah ditetapkan Allah kepadamu.
Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering tintanya.
(HR. Tirmidzi, dan dia menyatakan sebagai hadits hasan shohih)
Menurut riwayat selain Tirmidzi dijelaskan, jagalah Allah, niscaya engkau akan bersamaNya. Kenalilah Allah dalam kesenangan, niscaya Ia akan mengenalmu dalam kesempitan. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu, dan musibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu. Ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagiaan beserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudahan.
Hadits ke-20 : Menjaga Sifat Malu
Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri ra. berkata, Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari perkataan kenabian yang pertama ialah : Bila engkau tidak malu, maka perbuatlah sekehendak hatimu
(HR. Bukhori)
Hadits ke-21 : Iman dan Istiqomah
Abu Amr (ada yang menyebutnya Abu Amrah) Sufyan bin Abdillah ra. berkata :
Aku berkata : Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu ungkapan tentang Islam yang tak kan kutanyakan kepada seorang pun selain engkau? Beliau bersabda : Katakanlah Aku beriman kepada Alla, kemudian istiqomahlah!
(HR. Muslim)
Hadits ke-22 : Jalan Menuju Surga
Abu Abdillah Jabir bin Abdillah Al-Anshari ra. menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah saw, Ia berkata : Bagaimana pendapatmu, jika aku telah mengerjakan shalat maktubah (shalat fardhu lima waktu), berpuasa ramadhan, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya dengan suatu apa pun. Apakah aku bisa masuk surga?
Beliau menjawab : YA.
(HR. Muslim)
Makna : mengharamkan yang haram adalah menjauhinya sedangkan menghalalkan yang halal berarti melakukannya dengan penuh keyakinan akan kehalalannya.
Hadits ke-23 : Amalan Berkualitas Tinggi
Abu Malik Al-Harits Al-Asy'ari ra. berkata, Rasulullah saw bersabda :
Kesucian adalah sebagain dari iman, Alhamdulillah memberatkan timbangan, Subahanallah walhamdulillah memenuhi ruangan antara langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shodaqoh adalah bukti nyata, sabar adalah pelita, dan Al-Qur'an adalah pedoman untukmu dan bagi dirimu. Semua orang bekerja sampai ada yang menjual dirinya, sehingga ia menjadi merdeka atau celaka.
(HR. Muslim)
Hadits ke-24 : Makna Keagungan Tuhan
Abu Dzar Al-Ghifari ra. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya 'Azza wa Jalla. Sesungguhnya Dia befirman :
Wahai hambaKu, sesungguhnya Aku telah mengaharamkan kezaliman kepada diriKu dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu saling menzalimi.
Wahai hambaKu, sesungguhnya kamu semua sesat, kecuali yang Kuberi petunjuk. Oleh karena itu, mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku memberikannya kepadamu.
Wahai hambaKu, kamu semua lapar, kecuali yang Kuberi makan. Oleh karena itu, mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku memberikannya kepadamu.
Wahai hambaKu, kamu semua telanjang, kecuali yang Kuberi pakaian. Oleh karena itu, mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku memberikannya kepadamu.
Wahai hambaKu, sesungguhnya kamu berbuat salah di malam dan siang hari, sedangkan aku mengampuni semua dosa. Oleh karena itu mohonlah ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampunimu.
Wahai hambaKu, kamu tidak akan mampu memberi mudharat untukKu, sehingga bisa mendatangkan mudharat kepadaKu. Dan kamu tidak akan mampu memberi manfaat untukKu, sehingga bisa mendatangkan manfaat kepadaKu.
Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin maupun manusia di antara kamu berada pada hati orang yang paling bertaqwa di antara kamu, maka hal itu tidak akan menambah apapun terhadap kekuasaanKu
Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin maupun manusia di antara kamu berada pada hati orang yang paling jahat di antara kamu, maka hal itu tidak akan mengurangi apapun terhadap kekuasaanKu.
Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin maupun manusia di antara kamu berkumpul di sebuah bukit dan memohon kepadaKu, lalu Aku mengabulkan permohonan mereka masing-masing, maka hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun apa-apa yang ada padaKu, kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke laut dan diangkat lagi.
Wahai hambaKu, sesungguhnya Aku mencatat amalmu dan membalasnya. Oleh karena itu, barang siapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah. Dan barang siapa mendapatkan selain itu, maka janganlah mencela, selain dirinya sendiri.
(HR. Muslim)
Hadits ke-25 : Luasnya Karunia & Rahmat Allah SWT
Abu Dzar ra. menerangkan bahwa sebagian sahabat Rasulullah saw berkata kepada beliau :
Wahai Rasulullah, orang-orang kaya itu pergi dengan banyak pahala. Mereka mengerjakan sholat sebagaimana yang kami kerjakan, mereka berpuasa sebagaimana yang kami kerjakan, dan mereka bersodaqoh dengan kelebihan harta yang mereka miliki (sementara kami tidak bias melakukannya.
Beliau bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu untuk kalian yang bias kalian shodaqohkan? Sesungguhnya setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir adalah shodaqoh, setiap tahmid adalah shodaqoh, setiap tahlil adalah shodaqoh, menyeru kepada kebaikan adalah shodaqoh, mencegah dari yang munkar adalah shodaqoh, dan bersetubuh dengan istri juga shodaqoh.
Mereka bertanya : Wahai Rasulullah, apakah jika di antara kami menyalurkan hasrat biologisnya (kepada istrinya) juga mendapat pahala? Belia menjawab : Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa? Maka demikian pula ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala.
(HR. Muslim)
Hadits ke-26 : Amal Perbuatan yang Tergolong Shodaqoh
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah bersabda :
Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shodaqohnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shodaqoh, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata yang baik adalah shodaqoh, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan sholat adalah shodaqoh, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shodaqoh.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ke-27 : Hakikat Kebajikan dan Dosa
Nawwas bin Sim'an ra. berkata, Nabi SAW bersabda :
Kebajikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwamu serta engkau tidak suka apabila perkara itu diketahui orang lain.
(HR. Muslim)
Dalam hadits lain diterangkan dari Wabishah bin Ma'bad ra, ia berkata, aku mendatangi Rasulullah SAW, beliau bertanya : Engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan? Aku menjawab, "Ya, benar". Beliau bersabda : Tanyakan pada hatimu sendiri! Kebaikan adalah perkara yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tenteram, sedangkan dosa adalah perkara yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meski telah berulang kali manusia memberi fatwa kepadamu".
(ini adalah hadits diriwayatkan dari dua imam, Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darami dengan sanad hasan)
Hadits ke-28 : Kewajiban Bertaqwa, Menjalankan Sunnah & Menjauhi
Bid'ah
Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah ra. berkata :
Rasulullah SAW memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan dapat mengucurkan air mata. Kami bertanya : Wahai Rasulullah, seakan-akan ini nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat.
Beliau bersabda : Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah SWT, mendengarkan perintah dan taat meski yang memerintah kalian seorang budak. Siapa pun di antara kalian yang masih hidup, niscaya akan mengaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. Dan hindarilah dari hal-hal yang baru (dalam soal agama), karena semua yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat."
Hadits ke-29 : Pintu-pintu Menuju Syurga
Muadz bin Jabal ra. berkata : Aku pernah berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memsukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka."
Beliau menjawab, "Engkau menanyakan suatu perkara, namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Allah SWT. Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhandan berhaji ke Baitullah."
Kemudian beliau bersabda, "Inginkah engkau kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shodaqoh itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan sholatnya seseorang di tengah malam. Kemudian beliau membaca Surat As-Sajadah ayat :16, "Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan harap-harap cemas.
Kemudian beliau bersabda, "Inginkah kalian kuberitahukan pokok dari perkara-perkara Islam, tiang dan puncak mahkotanya?" Aku menjawab, "Ingin, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Pokok dari perkara-perkara Islam serta tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad."
Lalu beliau bersabda, "Maukah kalian kuberitahukan kunci dari semua perkara itu?" Aku menjawab, "Mau, wahai Raulullah." Maka beliau menunjuk lidahnye seraya bersabda, "Kendalikan ini." Aku bertanya, "Wahai Nabiyullah, apakah kami akan diminta pertanggungjawaban dengan apa yang kami katakan?" Beliau bersabda, "Celakalah engkau wahai Muadz, bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka dengan wajah tersungkur akibat lidah mereka?"
(HR. Tirmidzi dan dia mengatakan ini adalah hadits hasan shahih)
Hadits ke-30 : Rambu-rambu Allah
Abu Tsa'labah Al-Khusyniyi Jurtsum bin Nasyir ra. berkata, Rassulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya Allah telah menetapkan sejumlah kewajiban, maka janganlah meremehkannya. Dia telah meletakkan batasan-batasan (hukum) maka janganlah kalian melanggarnya. Dia telah mengharamkan sejumlah perkara maka janganlah jatuh ke dalamnya. Dia juga telah mendiamkan beberapa perkara sebagai rahmat untuk kalian dan bukan karena lupa maka janganlah mempersoalkannya (apa yang telah didiamkan oleh Allah ini).
(hadits hasan diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dan lain-lain)
Hadits ke-31: Hakikat Zuhud dalam Kehidupan
Abu Abbas Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi ra. berkata :
Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amal yang apabila aku mengamalkannya, niscaya aku akan dicintai Allah dan dicintai manusia." Rasulullah SAW bersabda, " Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia maka Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia maka manusia pun akan mencintaimu."
(HR. Ibnu Majah dan lain-lain dengan sanad hasan)
Hadits ke-32 : Larangan Berbuat Mudharat
Abi Sa'id bin Malik bin Sinan Al-Khudriy ra. berkata :
Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kalian saling merugikan.
(HR. Ibnu Majah, Daruquthni dan lain-lain, hadits ini hasan, juga diriwayatkan oleh Malik dalam kitabnya Al-Muattha' sebagai hadits mursal, dari Amr bin Yahya, dari bapaknya, dari Nabi SAW dengan begitu dia meniadakan Abi Sa'id. Hadits ini mempunyai beberapa jakur, tiap-tiap jalur menguatkan yang lain).
Hadits ke-33 : Kejelasan Dasar Hukum Islam
Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Seandainya setiap orang dipenuhi dengan dakwaannya, tentu akan ada orang yang menuntut atas harta dan darah suatu kaum. Akan tetapi bukti harus diajukan oleh pendakwa dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang menolak tuduhan.
(HR. Baihaqi dan yang lain, hadits hasan, sebagian terdapat dalam shahih Bukhori dan Muslim)
Hadits ke-34 : Kewajiban Mencegah Kemunkaran
Abi Sa'id Al-Khudriy ra. berkata, Ake mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran hendaklah dia merubah dengan tangannya, bila ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan kalau tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.
(HR. Muslim)
Hadits ke-35 : Ukhuwah dan Hak Muslim
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi dan janganlah sebagian dari kalian membeli barang yang telah dibeli (ditawar) orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah berlaku aniaya kepadanya, jangan menelatarkannya, jangan membohonginya dan jangan merendahkannya. Taqwa itu di sini (beliau mengucapkan sambil menunjuk ke dadanya dan mengulanginya tiga kali). Cukuplah seseorang di kategorikan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim yang lain.
(HR. Muslim)
Hadits ke-36 : Ganjaran Amal Shalih
Abu Hurairah ra. berkata, Nabi SAW bersabda :
Barang siapa yang membebaskan orang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari Kiamat.
Barang siapa yang memberi kemudahan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.
Barang siapa menutupi aib orang muslim maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Barang siapa yang keniti jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya jalan menuju surga. Tidak lah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketentraman, rahmat meliputi mereka, para malaikat berkerumun di sekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.
Barang siapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasabnya tidak akan dapat menyempurnakannya.
(HR. Muslim,)
Hadits ke-37 : Keadilan dan Karnia Allah
Ibnu Abbas ra. meriwayatkan dari Nabi SAW mengenai apa yang beliau ceritakan dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan kejelekan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa hendak melakukan kebaikan dan dia tidak jadi melakukannya, Allah telah mencatat di sisinNya satu kebaikan yang sempurna. Bila ia hendak melakukan kebaikan dan benar-benar melakukannya, Allah mencatat di sisiNya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat ganda banyaknya.
Jika ia hendak melakukan kejelekan dan tidak jadi melakukannya, Allah mencatat di sisiNya sebagai satu kebaikan, dan kalau ia hendak melakuakn kejelekan kemudian benar-benar melakukannya, maka Allah hanya mencatat di sisiNya satu kejelekan.
(HR. Bukhori-Muslim di dalam shahih mereka)
Hadits ke-38 : Menjadi Kekasih Allah
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah berfirman
Barang siapa memusuhi para waliKu maka Aku menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hambaKu mendekatiKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan.
HambaKu tidak akan henti-hentinya mendekati Aku dengan ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya, maka ketika Aku mencintainya Aku menjadi oendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatan yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya dia memohon perlindunganKu pasti Aku melindunginya.
(HR. Bukhori)
Hadits ke-39 : Kasih Sayang Allah
Ibnu Abbas ra. berkata :
Rasulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan keliru, lupa dan karena dipaksa.
(Hadits hasan ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi dan lain-lain)
Hadits ke- 40 : Waktu dalam dunia
Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah SAW memegang pundakku lali bersabda :
Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jembatan. Ibnu Umar ra. berkata : Bila engkau berada pada sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila engkau di pagi hari, maka jangan menunggu datangnya sore. Manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.
(HR. Bukhari)
Hadits ke- 41 : Kewajiban Mengikuti Syariat Allah
Abu Muhammad Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang telah aku bawa.
(Hadits shahih ayng diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Al-Fath Nashr Ibnu Ibrahim Al-Maqdisy dengan sanad shahih)
Hadits ke- 42 : Luasnya Ampunan Allah
Anas ra. berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Allah SWT berfirman :
Wahai anak Adam selama engkau berdoa dan berharap kepadaKu, niscaya kuampuni segala dosamu yang lalu dan Aku tidak pedulikan lagi.
Wahai anak Adam jika dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau minta ampunanKu, pasti engaku Kuampuni.
Wahai adan Adam jika engkau datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu denganKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.
(HR. Tirmidzi dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)
Amirul Mukminim Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda :
"Segala amal perbutan tergantung niatnya dan bagi setiap oraang hanyalah apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan RasulNya. Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan".
(Hr. Bukhari Muslim)
Hadits ke-2 : Pemahaman Islam, Iman dan Ihsan
Umar bin Khattab ra. berkata :Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dekat Rasulullah SAW. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang laki-laki mengenakan pakaian yang sangat puti dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata, "Hai Muhammad, beritakan kepadaku tentang Islam". Rasulullah SAW menjawab, "Islam adalah engkai bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menuanaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya". Lelaki itu berkata. "Engkau benar". Maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang iman". Nabi menjawab. "Iman adalah engaku beriman kepada Allah, MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk". Ia berkata. "Engkau benar".
Dia bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang Ihsan". Nabi menjawab, "Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu".
Lelaki itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku kapan terjadinya kiamat”. Nabi menjawab, “Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya”. Dia pun bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya”. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing yang saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut seger pergi. Aku pun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Ia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian”.
(HR. Muslim)
Hadits ke-3 : Rukun Islam
Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra. Berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Islam dibangun atas lima perkara :
(1) persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah,
(2) mendirikan shalat,
(3) mengeluarkan zakat,
(4) melaksanakan ibadah haji,
(5) berpuasa di bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-4 : Proses Penciptaan Manusia
Abu Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. Berkata, Rasulullah bersabda kepada kami, sedang beliau adalah orang yang jujur dan terpercaya,
Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan ciptannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah (air mani yang kental), lalu menjadi alaqoh (segumpal darah) selama itu pula, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4 (empat) perkara yang telah ditentukan, yakni : rezeki, ajal, amal dan sengsara atau bahagianyaDemi Allah, Dzat yang tiada tuhan selain Dia, sesngguhnya setiap kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni surga hingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta (dari siku sampai ke ujung jari) lalu suaratan takdir mendahuluinya sehingga ia beramal dengan amalan neraka maka ia pun masuk neraka.
Ada juga di antara kalian yang beramal dengan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dia dan neraka hanya sehasta. Lalu suratan takdir mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia pun masuk surga.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-5 : Amal Ibadah yang Tertolak
Ummul Mukminin, Ummu Abdillah, ‘Aisyaah ra berkata, Rasulullah SAW. Telah bersabda : “Barang siapa membuat-buat hal baru dalam perkara ibadah yang tidak ada dasar hukumnya maka ia ditolak.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-6 : Menjaga Kesucian Jiwa
Abu Abdillah Nu'man bin Basyir ra berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antaranya ada perkara yang samara-samar yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum) nya. Barang siapa yang menghindari perkara samara-samar, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barang siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samara-samar maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang lain) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya.
Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan (undang-undang), ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."
(HR. Bukhori dan Muslim).
Hadits ke-7 : Agama Itu Nasihat
Abi Ruqayya Tamim bin Aus Ad-Dary ra. menerangkan bahwa Nabi SAW bersabda : Agama itu nasihat.
Kami bertanya : Bagi siapa?
Rasulullah bersabda : Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin muslim, dan bagi kaum muslimin pada umuMnya.
(HR Muslim)
Hadits ke-8 : Kehormatan Seorang Muslim
Ibnu Umar ra. meneranngkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mau bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah, mendirikan sholat dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan itu maka mereka telah melindungi dari dan hartanya dariku, kecuali ada haq (hukum) Islam. sedang hisab mereka terserah kepada Allah.
(HR Bukhori dan Muslim)
Hadits ke-9 : Menaati Perintah & Menjauhi Larangan Agama
Abu Hurairah Abdur Rahman bin Sahr ra. berkata,
aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Apa yang kularang untuk kalian maka tinggalkanlah dan apa yang kuperintahkan kepada kalian, maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuan kalian sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan terhadap para Nabi mereka.
(HR Bukhori Muslim)
Hadits ke-10 : Syarat Terkabulnya Doa
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda :
Sesungguhnya Allah Dzat yang baik dan hanya menerima perkara yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin segala apa yang diperintahkan kepada para Rasul.
Allah berfirman : Wahai Para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal sholih (Al-Mukminun : 51).
Allah juga berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang kami rezekikan kepada kalian (Al-Baqarah : 172).
Lalu Rasulullah bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia lalu menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa : Ya Rabb, Ya Rabb. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia kenyang dengan barang yang haram. maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
(HR Muslim)
Hadits ke-11 : Memilih Yang Diyakini & Meninggalkan Yang Diragukan
Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. cucu kesayangan Rasulullah saw berkata :
Aku telah hafal sabda Rasulullah saw : Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i, Tirmidzi berkata : ini adalah hadits hasan shahih)
Hadits ke-12 : Tanda Kesempurnaan Islam Seseorang
Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meinggalkan perkara yang tak berguna baginya.
(hadits hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya)
Hadits ke-13 : Ukhuwah dan Kesempurnaan Iman
Abu Hamzah, Anas bin Malik menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
(HR Bukhori dan Muslim)
Hadits ke-14 : Sebab Tertentu Halalnya Darah Seorang Muslim
Ibnu Mas'ud ra. berkata Rasulullah saw bersabda :
Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah Rasulnya, kecuali disebabkan oleh salah satu dari tiga hal :
1. tsayyib (orang yang sudah menikah/janda/duda) yang berzina
2. membunuh orang
3. meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jama'ah
(HR. Bukhori Muslim)
Hadits ke-15 : Etika Orang Beriman
Abu Hurairah rw. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tetangganya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya.
(HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ke-16 : Larangan Mengumbar Amarah
Abu Hurairah ra. menerngakan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw : Berilah aku nasihat.
Beliau menjawab : Jangan marah! maka diulanginya beberapa kali, kemudian Nabi bersabda : Jangan marah!
(HR. Bukhori)
Hadits ke-17 : Perbuatan Ihsan
Abu Ya'la Syaddad bin Aus menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan (ihsan) atas segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh (dalam peperangan), lakukanlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka lakukanlah dengan baik, hendaklah setiap kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.
(HR. Muslim)
Hadits ke-18 : Anjuran Bertqwa dan Berakhlak Mulia
Abu Dzar Jundud bin Junadah dan Abu Abdurrahman Mu'adz bin Jabal ra. menerangkan Rasulullah saw bersabda
Bertaqwalah kepada Allah di manapun kalian berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.
(HR. Tirmidzi dan ia berkata : Ini adalah hadits hasan. Dan di sebagain kitab disebutkan sebagai hadits hasan shahih)
Hadits ke-19 : Hidup Bersama Allah
Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra. berkata, suatu hari aku berada di belakang Rasulullah saw, lalu beliau bersabda :
Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat : Jagalah Allah, maka Ia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engakau akan mendapatinya bersamamu. Bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepadaNya. Bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepadaNya.
Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan perkara yang telah ditetapkan Allah kepadamu.
Dan seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang merugikanmu, maka mereka tidak akan bisa merugikanmu kecuali dengan perkara yang telah ditetapkan Allah kepadamu.
Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering tintanya.
(HR. Tirmidzi, dan dia menyatakan sebagai hadits hasan shohih)
Menurut riwayat selain Tirmidzi dijelaskan, jagalah Allah, niscaya engkau akan bersamaNya. Kenalilah Allah dalam kesenangan, niscaya Ia akan mengenalmu dalam kesempitan. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu, dan musibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu. Ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagiaan beserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudahan.
Hadits ke-20 : Menjaga Sifat Malu
Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri ra. berkata, Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari perkataan kenabian yang pertama ialah : Bila engkau tidak malu, maka perbuatlah sekehendak hatimu
(HR. Bukhori)
Hadits ke-21 : Iman dan Istiqomah
Abu Amr (ada yang menyebutnya Abu Amrah) Sufyan bin Abdillah ra. berkata :
Aku berkata : Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu ungkapan tentang Islam yang tak kan kutanyakan kepada seorang pun selain engkau? Beliau bersabda : Katakanlah Aku beriman kepada Alla, kemudian istiqomahlah!
(HR. Muslim)
Hadits ke-22 : Jalan Menuju Surga
Abu Abdillah Jabir bin Abdillah Al-Anshari ra. menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah saw, Ia berkata : Bagaimana pendapatmu, jika aku telah mengerjakan shalat maktubah (shalat fardhu lima waktu), berpuasa ramadhan, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya dengan suatu apa pun. Apakah aku bisa masuk surga?
Beliau menjawab : YA.
(HR. Muslim)
Makna : mengharamkan yang haram adalah menjauhinya sedangkan menghalalkan yang halal berarti melakukannya dengan penuh keyakinan akan kehalalannya.
Hadits ke-23 : Amalan Berkualitas Tinggi
Abu Malik Al-Harits Al-Asy'ari ra. berkata, Rasulullah saw bersabda :
Kesucian adalah sebagain dari iman, Alhamdulillah memberatkan timbangan, Subahanallah walhamdulillah memenuhi ruangan antara langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shodaqoh adalah bukti nyata, sabar adalah pelita, dan Al-Qur'an adalah pedoman untukmu dan bagi dirimu. Semua orang bekerja sampai ada yang menjual dirinya, sehingga ia menjadi merdeka atau celaka.
(HR. Muslim)
Hadits ke-24 : Makna Keagungan Tuhan
Abu Dzar Al-Ghifari ra. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya 'Azza wa Jalla. Sesungguhnya Dia befirman :
Wahai hambaKu, sesungguhnya Aku telah mengaharamkan kezaliman kepada diriKu dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu saling menzalimi.
Wahai hambaKu, sesungguhnya kamu semua sesat, kecuali yang Kuberi petunjuk. Oleh karena itu, mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku memberikannya kepadamu.
Wahai hambaKu, kamu semua lapar, kecuali yang Kuberi makan. Oleh karena itu, mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku memberikannya kepadamu.
Wahai hambaKu, kamu semua telanjang, kecuali yang Kuberi pakaian. Oleh karena itu, mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku memberikannya kepadamu.
Wahai hambaKu, sesungguhnya kamu berbuat salah di malam dan siang hari, sedangkan aku mengampuni semua dosa. Oleh karena itu mohonlah ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampunimu.
Wahai hambaKu, kamu tidak akan mampu memberi mudharat untukKu, sehingga bisa mendatangkan mudharat kepadaKu. Dan kamu tidak akan mampu memberi manfaat untukKu, sehingga bisa mendatangkan manfaat kepadaKu.
Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin maupun manusia di antara kamu berada pada hati orang yang paling bertaqwa di antara kamu, maka hal itu tidak akan menambah apapun terhadap kekuasaanKu
Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin maupun manusia di antara kamu berada pada hati orang yang paling jahat di antara kamu, maka hal itu tidak akan mengurangi apapun terhadap kekuasaanKu.
Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin maupun manusia di antara kamu berkumpul di sebuah bukit dan memohon kepadaKu, lalu Aku mengabulkan permohonan mereka masing-masing, maka hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun apa-apa yang ada padaKu, kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke laut dan diangkat lagi.
Wahai hambaKu, sesungguhnya Aku mencatat amalmu dan membalasnya. Oleh karena itu, barang siapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah. Dan barang siapa mendapatkan selain itu, maka janganlah mencela, selain dirinya sendiri.
(HR. Muslim)
Hadits ke-25 : Luasnya Karunia & Rahmat Allah SWT
Abu Dzar ra. menerangkan bahwa sebagian sahabat Rasulullah saw berkata kepada beliau :
Wahai Rasulullah, orang-orang kaya itu pergi dengan banyak pahala. Mereka mengerjakan sholat sebagaimana yang kami kerjakan, mereka berpuasa sebagaimana yang kami kerjakan, dan mereka bersodaqoh dengan kelebihan harta yang mereka miliki (sementara kami tidak bias melakukannya.
Beliau bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu untuk kalian yang bias kalian shodaqohkan? Sesungguhnya setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir adalah shodaqoh, setiap tahmid adalah shodaqoh, setiap tahlil adalah shodaqoh, menyeru kepada kebaikan adalah shodaqoh, mencegah dari yang munkar adalah shodaqoh, dan bersetubuh dengan istri juga shodaqoh.
Mereka bertanya : Wahai Rasulullah, apakah jika di antara kami menyalurkan hasrat biologisnya (kepada istrinya) juga mendapat pahala? Belia menjawab : Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa? Maka demikian pula ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala.
(HR. Muslim)
Hadits ke-26 : Amal Perbuatan yang Tergolong Shodaqoh
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah bersabda :
Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shodaqohnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shodaqoh, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata yang baik adalah shodaqoh, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan sholat adalah shodaqoh, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shodaqoh.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ke-27 : Hakikat Kebajikan dan Dosa
Nawwas bin Sim'an ra. berkata, Nabi SAW bersabda :
Kebajikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwamu serta engkau tidak suka apabila perkara itu diketahui orang lain.
(HR. Muslim)
Dalam hadits lain diterangkan dari Wabishah bin Ma'bad ra, ia berkata, aku mendatangi Rasulullah SAW, beliau bertanya : Engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan? Aku menjawab, "Ya, benar". Beliau bersabda : Tanyakan pada hatimu sendiri! Kebaikan adalah perkara yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tenteram, sedangkan dosa adalah perkara yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meski telah berulang kali manusia memberi fatwa kepadamu".
(ini adalah hadits diriwayatkan dari dua imam, Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darami dengan sanad hasan)
Hadits ke-28 : Kewajiban Bertaqwa, Menjalankan Sunnah & Menjauhi
Bid'ah
Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah ra. berkata :
Rasulullah SAW memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan dapat mengucurkan air mata. Kami bertanya : Wahai Rasulullah, seakan-akan ini nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat.
Beliau bersabda : Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah SWT, mendengarkan perintah dan taat meski yang memerintah kalian seorang budak. Siapa pun di antara kalian yang masih hidup, niscaya akan mengaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. Dan hindarilah dari hal-hal yang baru (dalam soal agama), karena semua yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat."
Hadits ke-29 : Pintu-pintu Menuju Syurga
Muadz bin Jabal ra. berkata : Aku pernah berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memsukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka."
Beliau menjawab, "Engkau menanyakan suatu perkara, namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Allah SWT. Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhandan berhaji ke Baitullah."
Kemudian beliau bersabda, "Inginkah engkau kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shodaqoh itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan sholatnya seseorang di tengah malam. Kemudian beliau membaca Surat As-Sajadah ayat :16, "Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan harap-harap cemas.
Kemudian beliau bersabda, "Inginkah kalian kuberitahukan pokok dari perkara-perkara Islam, tiang dan puncak mahkotanya?" Aku menjawab, "Ingin, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Pokok dari perkara-perkara Islam serta tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad."
Lalu beliau bersabda, "Maukah kalian kuberitahukan kunci dari semua perkara itu?" Aku menjawab, "Mau, wahai Raulullah." Maka beliau menunjuk lidahnye seraya bersabda, "Kendalikan ini." Aku bertanya, "Wahai Nabiyullah, apakah kami akan diminta pertanggungjawaban dengan apa yang kami katakan?" Beliau bersabda, "Celakalah engkau wahai Muadz, bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka dengan wajah tersungkur akibat lidah mereka?"
(HR. Tirmidzi dan dia mengatakan ini adalah hadits hasan shahih)
Hadits ke-30 : Rambu-rambu Allah
Abu Tsa'labah Al-Khusyniyi Jurtsum bin Nasyir ra. berkata, Rassulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya Allah telah menetapkan sejumlah kewajiban, maka janganlah meremehkannya. Dia telah meletakkan batasan-batasan (hukum) maka janganlah kalian melanggarnya. Dia telah mengharamkan sejumlah perkara maka janganlah jatuh ke dalamnya. Dia juga telah mendiamkan beberapa perkara sebagai rahmat untuk kalian dan bukan karena lupa maka janganlah mempersoalkannya (apa yang telah didiamkan oleh Allah ini).
(hadits hasan diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dan lain-lain)
Hadits ke-31: Hakikat Zuhud dalam Kehidupan
Abu Abbas Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi ra. berkata :
Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amal yang apabila aku mengamalkannya, niscaya aku akan dicintai Allah dan dicintai manusia." Rasulullah SAW bersabda, " Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia maka Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia maka manusia pun akan mencintaimu."
(HR. Ibnu Majah dan lain-lain dengan sanad hasan)
Hadits ke-32 : Larangan Berbuat Mudharat
Abi Sa'id bin Malik bin Sinan Al-Khudriy ra. berkata :
Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kalian saling merugikan.
(HR. Ibnu Majah, Daruquthni dan lain-lain, hadits ini hasan, juga diriwayatkan oleh Malik dalam kitabnya Al-Muattha' sebagai hadits mursal, dari Amr bin Yahya, dari bapaknya, dari Nabi SAW dengan begitu dia meniadakan Abi Sa'id. Hadits ini mempunyai beberapa jakur, tiap-tiap jalur menguatkan yang lain).
Hadits ke-33 : Kejelasan Dasar Hukum Islam
Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Seandainya setiap orang dipenuhi dengan dakwaannya, tentu akan ada orang yang menuntut atas harta dan darah suatu kaum. Akan tetapi bukti harus diajukan oleh pendakwa dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang menolak tuduhan.
(HR. Baihaqi dan yang lain, hadits hasan, sebagian terdapat dalam shahih Bukhori dan Muslim)
Hadits ke-34 : Kewajiban Mencegah Kemunkaran
Abi Sa'id Al-Khudriy ra. berkata, Ake mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran hendaklah dia merubah dengan tangannya, bila ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan kalau tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.
(HR. Muslim)
Hadits ke-35 : Ukhuwah dan Hak Muslim
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi dan janganlah sebagian dari kalian membeli barang yang telah dibeli (ditawar) orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah berlaku aniaya kepadanya, jangan menelatarkannya, jangan membohonginya dan jangan merendahkannya. Taqwa itu di sini (beliau mengucapkan sambil menunjuk ke dadanya dan mengulanginya tiga kali). Cukuplah seseorang di kategorikan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim yang lain.
(HR. Muslim)
Hadits ke-36 : Ganjaran Amal Shalih
Abu Hurairah ra. berkata, Nabi SAW bersabda :
Barang siapa yang membebaskan orang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari Kiamat.
Barang siapa yang memberi kemudahan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.
Barang siapa menutupi aib orang muslim maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Barang siapa yang keniti jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya jalan menuju surga. Tidak lah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketentraman, rahmat meliputi mereka, para malaikat berkerumun di sekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.
Barang siapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasabnya tidak akan dapat menyempurnakannya.
(HR. Muslim,)
Hadits ke-37 : Keadilan dan Karnia Allah
Ibnu Abbas ra. meriwayatkan dari Nabi SAW mengenai apa yang beliau ceritakan dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan kejelekan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa hendak melakukan kebaikan dan dia tidak jadi melakukannya, Allah telah mencatat di sisinNya satu kebaikan yang sempurna. Bila ia hendak melakukan kebaikan dan benar-benar melakukannya, Allah mencatat di sisiNya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat ganda banyaknya.
Jika ia hendak melakukan kejelekan dan tidak jadi melakukannya, Allah mencatat di sisiNya sebagai satu kebaikan, dan kalau ia hendak melakuakn kejelekan kemudian benar-benar melakukannya, maka Allah hanya mencatat di sisiNya satu kejelekan.
(HR. Bukhori-Muslim di dalam shahih mereka)
Hadits ke-38 : Menjadi Kekasih Allah
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah berfirman
Barang siapa memusuhi para waliKu maka Aku menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hambaKu mendekatiKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan.
HambaKu tidak akan henti-hentinya mendekati Aku dengan ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya, maka ketika Aku mencintainya Aku menjadi oendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatan yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya dia memohon perlindunganKu pasti Aku melindunginya.
(HR. Bukhori)
Hadits ke-39 : Kasih Sayang Allah
Ibnu Abbas ra. berkata :
Rasulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan keliru, lupa dan karena dipaksa.
(Hadits hasan ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi dan lain-lain)
Hadits ke- 40 : Waktu dalam dunia
Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah SAW memegang pundakku lali bersabda :
Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jembatan. Ibnu Umar ra. berkata : Bila engkau berada pada sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila engkau di pagi hari, maka jangan menunggu datangnya sore. Manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.
(HR. Bukhari)
Hadits ke- 41 : Kewajiban Mengikuti Syariat Allah
Abu Muhammad Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang telah aku bawa.
(Hadits shahih ayng diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Al-Fath Nashr Ibnu Ibrahim Al-Maqdisy dengan sanad shahih)
Hadits ke- 42 : Luasnya Ampunan Allah
Anas ra. berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Allah SWT berfirman :
Wahai anak Adam selama engkau berdoa dan berharap kepadaKu, niscaya kuampuni segala dosamu yang lalu dan Aku tidak pedulikan lagi.
Wahai anak Adam jika dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau minta ampunanKu, pasti engaku Kuampuni.
Wahai adan Adam jika engkau datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu denganKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.
(HR. Tirmidzi dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)
Minggu, 16 Mei 2010
Besarnya Balasan Infaq
ALLAH S.W.T menganjurkan setiap manusia untuk selalu berinfaq di jalan-Nya sebagai bukti bahwa ia patuh dalam hal berlomba-lomba dalam kebaikan.
Dengan Berinfaq, maka kita akan meringankan penderitaan orang lain, dan mendapat pahala dari ALLAH Seperti yang digambarkan ALLAH dalam beberapa Ayat berikut:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
QS. AL Baqarah: 245
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)
QS. AL BAqarah: 270-272
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS. Al Baqarah: 274
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Qs. AL Baqarah : 261
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS. Al Baqarah: 262
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
Qs. Al Hadid: 7
Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.
Qs. AL HAdid: 11
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. 3:180
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Qs. 35:29-30
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Dengan Berinfaq, maka kita akan meringankan penderitaan orang lain, dan mendapat pahala dari ALLAH Seperti yang digambarkan ALLAH dalam beberapa Ayat berikut:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
QS. AL Baqarah: 245
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)
QS. AL BAqarah: 270-272
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS. Al Baqarah: 274
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Qs. AL Baqarah : 261
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS. Al Baqarah: 262
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
Qs. Al Hadid: 7
Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.
Qs. AL HAdid: 11
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. 3:180
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Qs. 35:29-30
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Islam adalah agama pemaaf
Islam adalah agama yang mulia, yang tidak menonjolkan kekerasan, dan mencegah kekerasan berlanjut-lanjut. Oleh karena itu, islam mengajarkan seorang muslim untuk menjadi insan-insan yang pemaaf
BErikut SEruan ALLAH untuk manusia agar menjadi PEmaaf..
....pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa.
Qs. 2:237
dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
Qs. 24:22
maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Qs. 5:13
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
Qs. 7:199
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuata kebajikan.”
Qs. 3: 133-134
Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang setimpal, tetapi barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah
Qs. 42: 40
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
BErikut SEruan ALLAH untuk manusia agar menjadi PEmaaf..
....pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa.
Qs. 2:237
dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
Qs. 24:22
maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Qs. 5:13
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
Qs. 7:199
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuata kebajikan.”
Qs. 3: 133-134
Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang setimpal, tetapi barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah
Qs. 42: 40
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
KEESAAN ALLAH.. Bagikan
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.
QS. 6:100
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
QS. 6:101
Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
QS. 6:102
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
QS. 19: 35-36
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
Qs. 19:88-92
Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.
Qs. 72:1-3
Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.
Qs. 17:111
Sebagai KEsimpulan ada Sebuah Hadist Qudsi yang menerangkan Peringatan ALLAH terhadap yang menganggap-Nya bersekutu dan beranak sebagai berikut:
"Manusia telah membohongkan AKU. Sesungguhnya dia tidak berhak melakukan demikian. dia telah mencaci AKu. Sebenarnya dia juga tidak berhak melakukan demikian. Adapun tuduhan kebohongannya ialah dia mengira bahwa AKU tidak sanggup mengembalikannya(Menghidupkan kembali stelah mati), sedang caciannya kepada-Ku dengan tuduhan bahwa Aku mampu mempunyai anak. MAhascuci Aku untuk(dari tuduhan) mempersunting seorang istri atau mempunyai seorang anak.
(HQR. Bukhari)
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
QS. 6:100
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
QS. 6:101
Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
QS. 6:102
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
QS. 19: 35-36
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
Qs. 19:88-92
Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.
Qs. 72:1-3
Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.
Qs. 17:111
Sebagai KEsimpulan ada Sebuah Hadist Qudsi yang menerangkan Peringatan ALLAH terhadap yang menganggap-Nya bersekutu dan beranak sebagai berikut:
"Manusia telah membohongkan AKU. Sesungguhnya dia tidak berhak melakukan demikian. dia telah mencaci AKu. Sebenarnya dia juga tidak berhak melakukan demikian. Adapun tuduhan kebohongannya ialah dia mengira bahwa AKU tidak sanggup mengembalikannya(Menghidupkan kembali stelah mati), sedang caciannya kepada-Ku dengan tuduhan bahwa Aku mampu mempunyai anak. MAhascuci Aku untuk(dari tuduhan) mempersunting seorang istri atau mempunyai seorang anak.
(HQR. Bukhari)
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Kamis, 13 Mei 2010
Jalan MEnuju Keberhasilan bersama AL QUr'an...
BErikut INi Adalah Doa-Doa yang Bagus Untuk Mengiri PErjuangan Kita MEnggapai Cita,. STAN salah satunya..
1. Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
QS. 18:10
2. Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. (40:7)
3. Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. (60:4)
4. Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (66:8)
5. Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
(Qs. 17:80)
6. Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,dan mudahkanlah untukku urusanku,dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,...
(Qs.20:25-27)
7. Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
QS. 27:19
8. Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Qs.46:15
9. Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
Qs. 26:83-85
10.Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
QS. 40: 7-9
11. Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat".
Qs. 23:29
(Liberta bintoro Ranggi Wirasakti
1. Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
QS. 18:10
2. Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. (40:7)
3. Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. (60:4)
4. Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (66:8)
5. Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
(Qs. 17:80)
6. Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,dan mudahkanlah untukku urusanku,dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,...
(Qs.20:25-27)
7. Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
QS. 27:19
8. Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Qs.46:15
9. Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
Qs. 26:83-85
10.Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
QS. 40: 7-9
11. Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat".
Qs. 23:29
(Liberta bintoro Ranggi Wirasakti
Rabu, 12 Mei 2010
Yang Sering Kita Lupakan dan Kita Remehkan
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS. Ar Ra'du : 11)
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf: 18)
apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,
qs. 81:10
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Qs. 81:14
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
QS. 82:4
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
QS. 82:5
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
Qs. 82:6
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
Qs. 82:7
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
QS.82:17
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Qs.82:18
Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
Qs. 82:19
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
Qs. 85:12
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?
Qs.88:1
Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
Qs. 88:2
bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka),diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
Qs. 88:3-5
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
QS. 88:6-7
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Qs.89:28
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf: 18)
apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,
qs. 81:10
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Qs. 81:14
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
QS. 82:4
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
QS. 82:5
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
Qs. 82:6
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
Qs. 82:7
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
QS.82:17
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Qs.82:18
Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
Qs. 82:19
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
Qs. 85:12
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?
Qs.88:1
Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
Qs. 88:2
bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka),diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
Qs. 88:3-5
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
QS. 88:6-7
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Qs.89:28
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Selasa, 11 Mei 2010
Prinsip Kenegaraan dalam Khazanah Islam
Al QUr'an Mengajarkan dan memberi Petunjuk kepada kita bagaimana Seharusnya Semua ELEMEN Bangsa Bertindak,Berprinsip,BErperilaku agar Kualitas sebuah Bangsa Negara dalam KEadaan yang Baik.. terutama keutuhan Sikap Persatuan dan KEsatuannya..
diantaranya adalah
1. Individu tidak Saling Merebut Apa Yang dimiliki orang lain terutama HArta, Sehingga memicu Konflik Horizontal antarmasyarakat.
"janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."
Qs. 2:188
2. MEnolak PErilaku Buruk Orang Lain dengan cAra yang LEbih Baik..
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."
Qs. 41:34
3. Tidak SAling Berprasangka dan BErspekulasi Secara Berlebihan tentang Keburukan Orang Lain
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Qs. 49:12
4. Tidak Saling Menjatuhkan Satu Sama Lain Hanya Untuk Kepentingan diri Sendiri/golongan
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 49:11
5. Segera Mendamaikan Bila Ada Konflik di Tubuh BAngsa
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat"
Qs.49:10
6. Jangan Mudah MEMberontak,. Mengingkari PEMIMPIN BANGsa..
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Qs. 4:59
7. Saling Bersemangat Untuk Membantu Semua Elemen Bangsa,. Dengan Berlomba-Lomba dlm Kebaikan
"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Qs.2:110
"berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Qs. 2:148
8. TOleransi Umat BEragama,. Dan Tidak Memaksakan Agama
"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Qs.2:256
tulisan ini ada dalam buku saya "GARUDA SAKTI" yang dalam proses..
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Qs.2:2
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
diantaranya adalah
1. Individu tidak Saling Merebut Apa Yang dimiliki orang lain terutama HArta, Sehingga memicu Konflik Horizontal antarmasyarakat.
"janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."
Qs. 2:188
2. MEnolak PErilaku Buruk Orang Lain dengan cAra yang LEbih Baik..
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."
Qs. 41:34
3. Tidak SAling Berprasangka dan BErspekulasi Secara Berlebihan tentang Keburukan Orang Lain
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Qs. 49:12
4. Tidak Saling Menjatuhkan Satu Sama Lain Hanya Untuk Kepentingan diri Sendiri/golongan
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 49:11
5. Segera Mendamaikan Bila Ada Konflik di Tubuh BAngsa
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat"
Qs.49:10
6. Jangan Mudah MEMberontak,. Mengingkari PEMIMPIN BANGsa..
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Qs. 4:59
7. Saling Bersemangat Untuk Membantu Semua Elemen Bangsa,. Dengan Berlomba-Lomba dlm Kebaikan
"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Qs.2:110
"berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Qs. 2:148
8. TOleransi Umat BEragama,. Dan Tidak Memaksakan Agama
"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Qs.2:256
tulisan ini ada dalam buku saya "GARUDA SAKTI" yang dalam proses..
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Qs.2:2
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Cahaya AL Qur'an Penyempurna Marajaken KArma Amamadangi (Cahya Ken Dedes)
Dalam Kitab PAraraton memberikan keterangan Bahwa Ken dEdes oleh ayahnya diberi bekal ajaran karma amamadangi(marajaken karma amamadangi). Marajaken berasal dari kata RAJA yang berarti bersinar (Zoetmulder, 2004:904). Sedangkan Karma artinya tindakan, sebarang perbuatan baik dan buruk yang mengakibatkan Hasil yang tak dapat dielakkan pada masa yang akan datang.
MArajaken Karma Amamadangi dapat diartikan sebagai "yang memiliki cahaya(ilmu) tentang perbuatan baik yang dapat menerangi hidup.
Dalam Mahayana sendiri perbuatan Baik dibagi menjadi 3 bagian yaitu..
1. Mano KArma perbuatan yang dilakukan oleh pikiran
2. Vacci KArma, perbuatan yang dilakukan oleh kata-kata
3. Kaya Karma,. perbuatan yang dilakukan oleh Jasmani.
Dan Untuk Mencapai Ketiga karma baik itu(Kusala KArma),. dalam ajaran Mpu Purwo( Ayah Ken Dedes Pemeluk Budha) diberikan 10 macam jalan untuk memperolehnya.. yang disebut DASA PURNNAKIRYA.
Yaitu:
1. Dana : Gemar MEnolong dan Murah Hati.
2. Sila : Melakukan Perbuatan, ucapan, dan matapencaharian yang benar.
3. Bhavana : Mengheningkan cipta untuk membersihkan kekotoran pikiran
4. Apacayana: rendah hati dan menghormati orang yang patut dihormati, tidak sombong
5. Beyyavacca: memberikan jasa baik kepada orang lain untuk dapat melakukan perbuatan yang baik.
6. Prattidana: Suka membagi Kebahagiaan, kegembiraan kepada orang lain, tidak kikir,
7. Prattanumodana : merasa turut Bahagia, dan gembira melihat orang lain bahagia
8. DHarmasavana: mempelajari Dharma(kebaikan) dan sering mendengarkan khotbah
9. Dharmadesana: menyebarkan kebaikan(Dharma)
10. Dirtihiyukarma :Pandangan Hidup yang benar
Bagaimana dengan AL Qur'an??? Tentu Saja Kitab yang berasal dari ALLAH(Samawi) memiliki Kharakteristik Penyempurna dari Pendalaman Hikmah AGama-AGama Terdahulu yang bersifat MAjusi
1: Dana : sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.(Qs. 2:25)
2. Sila : Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (Qs. 2: 42)
3. Bhavana: Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Qs. An Nur:43
4. APacayana : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Qs. 31:18
5.Beyyavacca :dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). QS. 31:17
6. Prattidana : Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada
sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.QS. 4:32
7.Prattanumodana : hampir sama
8.Dharmasavana: yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. Qs. 39: 18
9. Dharmadesana : Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. QS. 39: 41
10. Dirthiyukarma : kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Qs. 39: 54
PEnutup: Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
Qs. An Nur: 46
Daftar Pustaka BErkala Arkeologi,. Al Qur'an,.
ini adalah Kutipan dari Konsep Buku " Hikmah Sejarah ALqur'an" yang sedang saya Tulis.. Mohon Doa restunya..
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
MArajaken Karma Amamadangi dapat diartikan sebagai "yang memiliki cahaya(ilmu) tentang perbuatan baik yang dapat menerangi hidup.
Dalam Mahayana sendiri perbuatan Baik dibagi menjadi 3 bagian yaitu..
1. Mano KArma perbuatan yang dilakukan oleh pikiran
2. Vacci KArma, perbuatan yang dilakukan oleh kata-kata
3. Kaya Karma,. perbuatan yang dilakukan oleh Jasmani.
Dan Untuk Mencapai Ketiga karma baik itu(Kusala KArma),. dalam ajaran Mpu Purwo( Ayah Ken Dedes Pemeluk Budha) diberikan 10 macam jalan untuk memperolehnya.. yang disebut DASA PURNNAKIRYA.
Yaitu:
1. Dana : Gemar MEnolong dan Murah Hati.
2. Sila : Melakukan Perbuatan, ucapan, dan matapencaharian yang benar.
3. Bhavana : Mengheningkan cipta untuk membersihkan kekotoran pikiran
4. Apacayana: rendah hati dan menghormati orang yang patut dihormati, tidak sombong
5. Beyyavacca: memberikan jasa baik kepada orang lain untuk dapat melakukan perbuatan yang baik.
6. Prattidana: Suka membagi Kebahagiaan, kegembiraan kepada orang lain, tidak kikir,
7. Prattanumodana : merasa turut Bahagia, dan gembira melihat orang lain bahagia
8. DHarmasavana: mempelajari Dharma(kebaikan) dan sering mendengarkan khotbah
9. Dharmadesana: menyebarkan kebaikan(Dharma)
10. Dirtihiyukarma :Pandangan Hidup yang benar
Bagaimana dengan AL Qur'an??? Tentu Saja Kitab yang berasal dari ALLAH(Samawi) memiliki Kharakteristik Penyempurna dari Pendalaman Hikmah AGama-AGama Terdahulu yang bersifat MAjusi
1: Dana : sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.(Qs. 2:25)
2. Sila : Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (Qs. 2: 42)
3. Bhavana: Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Qs. An Nur:43
4. APacayana : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Qs. 31:18
5.Beyyavacca :dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). QS. 31:17
6. Prattidana : Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada
sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.QS. 4:32
7.Prattanumodana : hampir sama
8.Dharmasavana: yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. Qs. 39: 18
9. Dharmadesana : Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. QS. 39: 41
10. Dirthiyukarma : kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Qs. 39: 54
PEnutup: Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
Qs. An Nur: 46
Daftar Pustaka BErkala Arkeologi,. Al Qur'an,.
ini adalah Kutipan dari Konsep Buku " Hikmah Sejarah ALqur'an" yang sedang saya Tulis.. Mohon Doa restunya..
(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)
Langganan:
Postingan (Atom)
