Tampilkan postingan dengan label puisi ISlam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi ISlam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

seberkas kurnia kala fajar

hari masih gelap.. matahari seperti baru dipasang bebat perban oleh para malaikat
namun jiwa ini telah tersegarkan oleh keindahan fajar-Mu di horizon Timur..
seperti rekah indah pipi seorang biduan yang menari menggoda..
karya-Mu sungguh siratkan hikmah..
Semua harus diawali dengan perlahan.. tak pernah ada yang langsung BERcahaya secara ...utuh.. semua butuh Proses.. seperti Fajar yang mengawali laju Matahari.
 
Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti

Maafku untuk-Mu Tuhan

kesabaranku tak sebanyak alif dalam al qur'an..
istiqomahku tidak seindah naiknya garis dalam tanda fathah..

jiwaku lebih sering dibawah seperti kasroh..
tapi seenggaknya aku berusaha seperti tasyjid..ketika dibawah aku berusaha bangkit kembali..

Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Qs. 64:4
...Seiblis apapun itu aku,. ku tahu Engkau tahu isi hatiku yang Takjub pada kebesaran-Mu..
 
Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti

senyum pagiku

tersenyum ku pada langit..
ku haturkan tuk Tuhan yang maha memandang.. 
walau tak ku Lihat wajah indah-Nya..
cukup rekah bibir dan tahmid sebagai pena surga tuk lukiskan betapa indah kurnia-Nya..
 
(liberta bintoro Ranggi Wirasakti) 

Kamis, 16 September 2010

Air mata untuk Tuhan

Indah..
Damai..

gEmricik Air mata ketakjuban..

...Mengalun...
MEndayun...

Linangan Air mata Sujud..

Bukan Hampa..
Bukan Sementara..

Lapang HAti..
Damai BErsama Air Mata untuk Tuhan..

(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)

Rabu, 14 Juli 2010

Bulan

 Ku Pandang Bulan yang MEnangis... 

menyulap Malam Menjadi Muram.. 

Penuh Airmata yang mendinginkan INdahnya Hari ini...

Namun Kusadari airmatamu bukan hanya Sekedar memberi kemuraman.. 

kau kurnia terbesar yang menumbuhkan akar agar ia berbunga di lain hari..

 

 

(Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti)

Jumat, 21 Mei 2010

Murah Hatinya ALLAH

Allah tak pernah sungkan memberi,.
Walaupun qita selalu pengecut,. Mendekatkan diri hanya saat ada ujian..
Qita akan berdoa kala kita butuh..
Namun,.mengingkari kala kita berhasil…
Kita bungkam. Seakan tak tahu nama Tuhan. Qita hanya akan mengenal kala airmata dalam kelopak,.
Kala hati teriris.. dan kita menginjak-injak kekuasaanNya dengan sikap kita yang membanggakan diri.

Allah masih mengabulkan..
Kala jiwa kita berambigu..
Ingin kenikmatan tanpa pengorbanan untuk tetap takwa kepada-Nya.
Ya,, karena Dia memberimu Kasih karena untuk mengujimu siapa yang paling baik tindakannya
(Ranggiertsar:67//21 Mar 2010//05:34:00>

Liberta Bintoro Ranggi Wirasakti